Gaza
– Pusat Informasi Palestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan
bahwa sikap mengulur-ulur waktu dan omong kosong Zionis dalam pembicaraan gencatan senjata di ibukota Mesir, Kairo, tidak menyisakan kesempatan dan waktu bagi keberhasilan perundingan.
Anggota Biro Politik Gerakan Hamas Dr. Musa Abu Marzuq sebelumnya menegaskan, tidak ada kemajuan yang bisa disebut akibat omong kosong Zionis dan tindakannya yang mengulur-ulur waktu. Dia mengatakan, “Meski ditipu dan diperdaya, delegasi Palestina tetap bersatu sampai terealisasi tujuan-tujuan yang telah ditetapkan untuk rakyat Palestina.”
Menurut Abu Marzuq, “Pihak Zionis bertanggung jawab penuh atas kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.”
Sebelumnya Ketua Delegasi Negosiasi Palestina di Kairo, Azzam al Ahmad, mengumumkan bahwa delegasi Palestina pagi ini, Rabu (20/8), meninggalkan ibukota Mesir setelah pemerintah Zionis menunjukkan sikap tidak serius dan tidak ingin mencapai perjanjian gencatan permanen di Jalur Gaza.
Kemarin sore pesawat-pesawat tempur Zionis melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza. Tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang diserukan Mesir setelah diperpanjang 24 jam hingga berakhir pada Selasa/Rabu tengah malam.
Perpanjangan kesepakatan gencatan sementara ini terjadi di tengah-tengah kacaunya perundingan untuk mengumumkan gencatan permanen yang mengakhiri agresi Zionis yang terus berlangsung sejak 7 Juli lalu dan telah mengkibatkan lebih dari 2 ribu warga Palestina gugur dan lebih dari 10 ribu lainnya luka-luka. (infopalestina
Anggota Biro Politik Gerakan Hamas Dr. Musa Abu Marzuq sebelumnya menegaskan, tidak ada kemajuan yang bisa disebut akibat omong kosong Zionis dan tindakannya yang mengulur-ulur waktu. Dia mengatakan, “Meski ditipu dan diperdaya, delegasi Palestina tetap bersatu sampai terealisasi tujuan-tujuan yang telah ditetapkan untuk rakyat Palestina.”
Menurut Abu Marzuq, “Pihak Zionis bertanggung jawab penuh atas kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.”
Sebelumnya Ketua Delegasi Negosiasi Palestina di Kairo, Azzam al Ahmad, mengumumkan bahwa delegasi Palestina pagi ini, Rabu (20/8), meninggalkan ibukota Mesir setelah pemerintah Zionis menunjukkan sikap tidak serius dan tidak ingin mencapai perjanjian gencatan permanen di Jalur Gaza.
Kemarin sore pesawat-pesawat tempur Zionis melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza. Tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang diserukan Mesir setelah diperpanjang 24 jam hingga berakhir pada Selasa/Rabu tengah malam.
Perpanjangan kesepakatan gencatan sementara ini terjadi di tengah-tengah kacaunya perundingan untuk mengumumkan gencatan permanen yang mengakhiri agresi Zionis yang terus berlangsung sejak 7 Juli lalu dan telah mengkibatkan lebih dari 2 ribu warga Palestina gugur dan lebih dari 10 ribu lainnya luka-luka. (infopalestina
![Foto: Hamas: Omong Kosong, Zionis Hilangkan Kesempatan Keberhasilan Perundingan
[ 20/08/2014 - 03:28 ]
Gaza – Pusat Informasi Palestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan bahwa sikap mengulur-ulur waktu dan omong kosong Zionis dalam pembicaraan gencatan senjata di ibukota Mesir, Kairo, tidak menyisakan kesempatan dan waktu bagi keberhasilan perundingan.
Anggota Biro Politik Gerakan Hamas Dr. Musa Abu Marzuq sebelumnya menegaskan, tidak ada kemajuan yang bisa disebut akibat omong kosong Zionis dan tindakannya yang mengulur-ulur waktu. Dia mengatakan, “Meski ditipu dan diperdaya, delegasi Palestina tetap bersatu sampai terealisasi tujuan-tujuan yang telah ditetapkan untuk rakyat Palestina.”
Menurut Abu Marzuq, “Pihak Zionis bertanggung jawab penuh atas kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.”
Sebelumnya Ketua Delegasi Negosiasi Palestina di Kairo, Azzam al Ahmad, mengumumkan bahwa delegasi Palestina pagi ini, Rabu (20/8), meninggalkan ibukota Mesir setelah pemerintah Zionis menunjukkan sikap tidak serius dan tidak ingin mencapai perjanjian gencatan permanen di Jalur Gaza.
Kemarin sore pesawat-pesawat tempur Zionis melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza. Tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang diserukan Mesir setelah diperpanjang 24 jam hingga berakhir pada Selasa/Rabu tengah malam.
Perpanjangan kesepakatan gencatan sementara ini terjadi di tengah-tengah kacaunya perundingan untuk mengumumkan gencatan permanen yang mengakhiri agresi Zionis yang terus berlangsung sejak 7 Juli lalu dan telah mengkibatkan lebih dari 2 ribu warga Palestina gugur dan lebih dari 10 ribu lainnya luka-luka. (infopalestina](https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpa1/v/t1.0-9/15421_740689219302377_7621193640275778182_n.jpg?oh=e097e1ced062cf455dc9bc56abe19fb3&oe=545F094D&__gda__=1415432752_982502ddec6c5db892f67c23494214f5)
No comments:
Post a Comment