Peneliti membandingkan lebih dari 1,7 juta
titik potensi kemiripan genetik. Salah satu pasangan cenderung memiliki
kemiripan secara genetik dengan pasangannya, sehingga keduanya memiliki
keyakinan untuk menikah. “Kesamaan gen akhirnya mendorong hati kita
dengan berbagai peluang dan struktur ketika menentukan dengan siapa kita
akan menikah. Sebagai contoh, gen pula yang menentukan apakah calon
pasangan Anda harus berbadan tinggi, berat badannya, latar belakang
etnisnya, agama, hingga tingkat pendidikannya,” ujar Domingue, dilansir
dari Easy Good Health, Senin (9/6).
Kesimpulan ini kemudian diteliti lagi lewat
model statistik untuk memahami perbedaan genetik antara populasi
manusia yang tidak sedarah. Ada perbedaan kesamaan genetik antara
pasangan yang menikah dengan saudara sekandung mereka. Kesamaan antara
orang-orang yang sudah menikah hampir tidak sedalam saudara kandung.
“Saudara kandung rata-rata memiliki kesamaan genetik berkisar 40-60
persen, sedangkan rentang persamaan gen antara pasangan yang sudah
menikah lebih kecil dari itu,” ujar Domingue. Pasangan menikah cenderung
memiliki sifat genetik yang sama karena gen mereka membantu menentukan
dengan siapa mereka akan bertemu selama hidup mereka.
Orang-orang dengan gen yang mirip misalnya,
akhirnya menginginkan pasangan dengan latar belakang pendidikan yang
sama, misalnya sama-sama S1. Seseorang juga cenderung untuk menikahi
pasangan yang mirip dengan diri mereka sendiri, dalam hal etnis, ras,
dan ukuran tubuh. Gen-gen juga membentuk perbedaan biologis yang lebih
halus namun justru bisa saling menarik satu sama lain untuk saling
menyukai lewat cara-cara yang tidak kita mengerti. Setidaknya, pasangan
sudah menikah memiliki seperti kesamaan dalam hidup
mereka.[ROL/bersamadakwah]
No comments:
Post a Comment